Kyai Kanjeng - Tomboati


kepada engkau yang menyimpan kesengsaraan dalam kebisuan,

kepada engkau yang menangis dalam batin karena dikalahkan disingkirkan diusir ditinggalkan, atau sangat sangat susah ketemu yang namanya keadilan;

aku ingin bertamu ke lubuk hatimu saudara-saudaraku untuk mengajakmu istirah sejenak, mengendapkan hati dan bernyanyi, mengendapkan hati dan bernyanyi;

saudara-saudaraku sesama orang kecil di pinggir jalan, sedulur-sedulurku di dusun-dusun, kampung-kampung perkotaan, karib-karibku di gang-gang kotor, di gubuk-gubuk tepi sungai yang darurat, atau mungkin saudara-saudaraku di rumah-rumah besar dikantor mewah namun memendam kepedihan diam-diam;

aku ajak engkau semua sahabat-sahabat saudaraku untuk menarik nafas sejenak, duduk bersandar atau membaringkan badan,

kuajak engkau menjernihkan pikiran, untuk menata hati menemukan kesalahan-kesalahan kita semua untuk tidak kita ulangi lagi, atau meneguhkan kebenaran-kebenaran untuk kita perjuangkan kembali.

ayolah saudara-saudaraku, rileks!

[tombo ati, emha ainun najib]

Tombo ati iku ono limang perkoro

Kaping pisan moco Qur’an sakmaknane
Kaping pindo Sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat weteng iro engkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

Salah sakwijine sopo biso ngelakoni
Insya Allah Gusti Pangeran ngijabahi
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar